Dua Candu yang Saling Menyambung
Orang sering mikir judi online dan pinjaman online itu dua masalah yang beda. Padahal di lapangan, keduanya nyambung kayak rantai sepeda yang berkarat. Kalah main slot atau togel online, saldo habis, terus apa? Buka aplikasi pinjol buat nutup kekalahan. Itu pola yang sekarang jadi perhatian serius pejabat sampai level wali kota.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bahkan sampai turun tangan ngurusin ASN di wilayahnya. Ia menegaskan akan memastikan ASN tidak terjebak judi online, karena setiap kali terjebak judol, pasti akan terjebak pada pinjol ilegal. Kalimat itu simpel tapi nyeleneh karena benar. Judol jarang berdiri sendiri. Dia menyeret utang di belakangnya.
Rekening yang Ditutup Makin Banyak
Angkanya naik terus tiap bulan. Otoritas Jasa Keuangan meminta bank memblokir 36.191 rekening yang terindikasi judi online, guna memberantas aktivitas judi online yang berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Jumlah itu meningkat sekitar 3.000 rekening dibandingkan posisi April 2026 yang tercatat 33.836 rekening. Tren naiknya bukan kebetulan, itu artinya makin banyak orang kena, atau sistem deteksinya makin jalan.
Soal pinjolnya sendiri juga nggak ringan. Data OJK menunjukkan kredit macet pinjol TWP90 sudah 4,62 persen per April 2026, artinya ribuan orang gagal bayar dalam waktu 90 hari. Dan bunganya nggak main-main. Bunga pinjol itu 0,8 sampai 3 persen per hari, kalau telat ada denda, bunga berbunga, utang Rp2 juta bisa jadi Rp5 juta dalam 3 bulan. Bayangin kalau modal awalnya buat nutup kekalahan judol yang memang dirancang supaya kamu kalah terus.
NIK Kamu Bisa Dipakai Orang Lain
Bagian yang paling bikin merinding bukan cuma soal utang sendiri, tapi utang orang lain pakai nama kita. Berdasarkan data dari Satgas Waspada Investasi per Januari 2026, setidaknya 2,3 juta NIK warga Indonesia terdeteksi digunakan tanpa izin untuk registrasi pinjol ilegal dan platform judi online. Bahkan ada temuan yang lebih parah. Ditemukan satu database berisi 500 ribu NIK lengkap dengan foto KTP yang dijual seharga Rp50 juta di marketplace gelap. Jadi kalau tiba-tiba ada tagihan pinjol yang kamu nggak pernah ajukan, cek dulu sebelum panik, siapa tahu data kamu yang bocor.
Soal perpindahan pemain sendiri juga menarik diamati. Begitu satu platform diblokir, sebagian pemain cuma ganti nama domain atau pindah ke situs luar yang belum kena filter, ada juga yang lari ke platform taruhan internasional semacam bk8 dengan alasan “lebih stabil” padahal risikonya sama saja, cuma beda alamat server.
Bansos Ikut Kena Imbas
Yang bikin masalah ini makin luas, dampaknya sampai ke bansos. Di Buleleng, Bali, puluhan keluarga penerima manfaat kena sandung. Ada 32 KPM yang ternyata bantuannya terputus karena setelah diperiksa melalui aplikasi SIK-NG desa dan sistem Dinsos, mereka terdeteksi terkait dengan judi online dan pinjaman online. Solusinya pun nggak enteng. Kalau memang terbukti benar, wajib untuk menutup rekening yang dipakai judol ataupun pinjaman online.
Di Pekanbaru kejadian serupa terjadi. Kepala Dinas Sosial Pekanbaru menegaskan penerima bansos dilarang keras terlibat pinjol dan judol, dan warga yang kedapatan bermain judol atau pinjol terancam dicoret dari daftar penerima bansos. Alasannya masuk akal secara aturan, tapi di sisi lain ini nunjukin betapa luasnya efek domino dari satu klik taruhan online. Bukan cuma dompet pribadi yang jebol, jatah bantuan keluarga juga ikut hilang.
Bukan Sekadar Statistik Blokir
Pemerintah memang terus memperbesar angka pemblokiran. Kementerian Komunikasi dan Digital selama periode 20 Oktober 2024 sampai 28 September 2026 telah menangani dan memblokir akses ke sebanyak 4,1 juta konten judi online, dengan konten paling banyak berasal dari situs website dan alamat IP sebanyak 3,6 juta konten. Tapi angka segede itu nggak otomatis bikin masalahnya selesai, karena akar soalnya bukan cuma soal situs yang nongol lagi, tapi soal duit utangan yang terus dipakai buat ngejar modal.
Kalau mau jujur, judol dan pinjol itu dua wajah dari satu kebiasaan yang sama: percaya bahwa satu putaran lagi bakal balikin semua yang hilang. Biasanya enggak.